Panduan Dasar Setting Jaringan Komputer Lokal ( LAN – Local Area Network ) di Windows XP

Mengenal LAN

TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data komputer di internet. Komputer-komputer yang terhubung ke internet berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, karena menggunakan bahasa yang sama perbedaan jenis komputer dan sistem operasi tidak menjadi masalah. Komputer PC dengan sistem operasi Windows dapat berkomunikasi dengan komputer Macintosh atau dengan Sun SPARC yang menjalankan solaris. Jadi, jika sebuah komputer menggunakan protokol TCP/IP dan terhubung langsung ke internet, maka komputer tersebut dapat berhubungan dengan komputer di belahan dunia mana pun yang juga terhubung ke internet
Ciri-ciri jaringan komputer:

1. berbagi perangkat keras (hardware).

2. berbagi perangkat lunak (software).

3. berbagi saluran komunikasi (internet).

4. berbagi data dengan mudah.

5. memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.

Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server.

Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation. Antara dua tipe jaringan tersebut masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan, di mana masing-masing akan dijelaskan.

LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software, yaitu :

  1. Komponen Fisik

Personal Computer (PC), Network Interface Card (NIC), Kabel, Topologi jaringan

  1. Komponen Software

Sistem Operasi Jaringan, Network Adapter Driver, Protokol Jaringan.

Personal Komputer (PC)

Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-Server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja yang lebih tinggi dibandingkan komputerkomputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.

Network Interface Card (NIC)

Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI.

Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI

Gambar Jenis kartu jaringan Ethernet

Tipe Pengkabelan

Terdapat beberapa tipe pengkabelan yang biasa digunakan dan dapat digunakan untuk mengaplikasikan Jaringan, yaitu:

  1. Thin Ethernet (Thinnet)

Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.

  1. Thick Ethernet (Thicknet)

Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan dan konektor yang digunakan adalah konektor tipe DIX. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.

  1. Twisted Pair Ethernet

Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45. Pada twisted pair (10 BaseT) network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi.

Saat ini ada beberapa grade, atau kategori dari kabel twisted pair. Kategori 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompabilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10Mbps dan Fast Ethernet (100Mbps). Kabel kategori 5 dapat dibuat straight-through atau crossed.

Kabel straight through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB dan Modem Broadband lansung ke PC (tanpa HUB). Panjang kabel maksimum kabel Twisted-Pair adalah 100 m.

  1. Fiber Optic

Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.

Protokol TCP/IP

Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI

IP Address

IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.

Network ID Host ID

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.

Kelas-kelas IP Address

Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.

Kelas Network ID Host ID Default Subnet Mask

A xxx.0.0.1 s/d xxx.255.255.254 – Defaul subnet mask : 255.0.0.0

B xxx.xxx.0.1 s/d xxx.xxx.255.254 – Defaul subnet mask : 255.255.0.0

C xxx.xxx.xxx.1 s/d xxx.xxx.xxx.254 – Defaul subnet mask : 255.255.255.0

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:

Network ID = 113

Host ID = 46.5.6

Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1

Network ID = 132.92

Host ID = 121.1

Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

Domain Name System (DNS)

Domain Name System (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.

1. Root-level domain: merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).

2. Top level domain: kode kategori organisasi atau negara misalnya: .com untuk dipakai oleh perusahaan; .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi; .gov untuk dipakai oleh badan pemerintahan. Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda misalnya .id untuk Indonesia atau .au untuk australia.

3. Second level domain: merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan, misalnya : microsoft.com; yahoo.com, dan lain-lain.

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host

Configuration Protocol atau diisi secara manual. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.

Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam topologi jaringan umum digunakan, yaitu Bus, Star dan Ring.

Topologi Bus

Pada topologi Bus digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

1. Topologi Star

Pada topologi Star, masing-masing workstation dihubungkan secara langsung ke server atau hub. Keunggulan dari topologi tipe Star ini adalah bahwa dengan adanya kabel tersendiri untuk setiap workstation ke server, maka bandwidth atau lebar jalur komunikasi dalam kabel akan semakin lebar sehingga akan meningkatkan unjuk kerja jaringan secara keseluruhan. Dan juga bila terdapat gangguan di suatu jalur kabel maka gangguan hanya akan terjadi dalam komunikasi antara workstation yang bersangkutan dengan server, jaringan secara keseluruhan tidak mengalami gangguan. Kelemahan dari topologi Star adalah kebutuhan kabel yang lebih besar dibandingkan dengan topologi lainnya.

2. Topologi Ring

Di dalam topologi Ring semua workstation dan server dihubungkan sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke komputer lain, bila alamat- alamat yang dimaksud sesuai maka informasi diterima dan bila tidak informasi akan dilewatkan.

Kelemahan dari topologi ini adalah setiap node dalam jaringan akan selalu ikut serta mengelola informasi yang dilewatkan dalam jaringan, sehingga bila terdapat gangguan di suatu node maka seluruh jaringan akan terganggu.

Keunggulan topologi Ring adalah tidak terjadinya collision atau tabrakan pengiriman data seperti pada topologi Bus, karena hanya satu node dapat mengirimkan data pada suatu saat.

Network Adapter Card (LAN Card)

Setiap network card akan memiliki driver atau program yang berfungsi untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasi network adapter tersebut disesuaikan dengan lingkungan dimana network card tersebut dipasang agar dapat digunakan untuk melakukan komunikasi data.

Sistem Operasi Jaringan

Untuk mengelola suatu jaringan diperlukan adanya sistem operasi jaringan. Sistem operasi jaringan dibedakan menjadi dua berdasarkan tipe jaringannnya, yaitu sistem operasi client-server dan system operasi jaringan peer to peer.

1. Jaringan Client-Server

Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

Keunggulan

  1. Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain sebagai workstation.
  2. Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
  3. Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.

Kelemahan

1. Biaya operasional relatif lebih mahal.

2. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.

3. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

2.1. Setting Jaringan Komputer Lokal (LAN – Local Area Network) menggunakan Windows XP

Prosedur yang dilakukan untuk mengkonfigurasi Network Adapter Card (bisa dilihat di gambar seperti diatas).

1. Click Start à Setting à Control Panel sampai keluar kotak dialog Control Panel (seperti terlihat digambar dibawah ini)

2. Double-Click Icon Network Connection sampai keluar kotak dialog Network Connection

3. Double-click Icon Local Area Connection sampai keluar kotak dialog Local Connection Area Status

4. Click Properties sampai keluar kotak dialog Local Area Connection Properties

5. Double-Click Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotak dialog Local Area Connection Properties sampai keluar kotak dialog baru : Internet Protocol (TCP/IP) Protocol

Masukkan data-data IP Address seperti gambar diatas. Data IP Address setiap UAD akan berbeda-beda dan unik (tidak boleh sama antara satu AUD Kampus III dengan UAD Kampus lain ). Data IP Address ini, nanti akan diberikan saat instalasi Broadband selesai (saat aktifasi jaringan)

Data-data IP Address yang paling diperlukan oleh setiap PC yang akan disetting di setiap remote UAD adalah sbb :

1. Default Gateway à IP Address dari modem Broadband. Diberikan menyusul saat aktifasi.

2. IP Address à IP Address ini merupakan satu class dengan IP Modem Broadband (IP Default Gateway) nantinya.

3. Subnet Mask à Data Blok IP yang akan diberikan, mestilah meng-ingclude-kan data Subnet Mask ini.

4. Setelah data-data setting TCP/IP ini dimasukkan, click OK untuk menutup kotak dialog Internet Connection (TCP/IP) Properties

5. click OK untuk menutup kotak dialog “Local Area Connection Properties”

6. Click Star à Run à sampai keluar kotak dialog RUN, dan ketikkan CMD sampai keluar kotak dialog baru “command”

7. Di kotak dialog “Command” tadi, ketikkan : ipconfig

Jika Ethernet dari computer belum tersambung dengan LAN, akan keluar hasil seperti gambar dibawah.

7.1. Jika dilakukan test PING saat kondisi Komputer belum tersambung ke LAN, akan didapat hasil seperti gambar dibawah.

7.2. Setelah computer tersambung ke LAN, ketik IPCONFIG /ALL untuk melihat IP Address yang terpasang di Komputer user tersebut. Hasilnya bisa dilihat seperti gambar dibawah ini.

Jika didapatkan hasil ping test (Request timed out), Kemungkinan ada problem di jaringan Lokal.

Kemungkinan problem ada bisa dari sbb :

– Konektor kabel jaringan (kabel LAN) terpasang kurang kencang. à Kencangkan koneksi pemasangan kabel LAN ke port Hub Ethernet dan ke Card PC LAN

– Kabel LAN yang tidak bagus (ada pin-pin koneksi kabel yang putus ditengah) Ganti dengan kabel LAN lain yang bagus

– Port Hub Ethernet yang tidak bagus (longgar atau bad contact) à Coba pindah port

Jika didapatkan hasil ping test seperti gambar diatas (Reply from x.x.x.x ), bisa dipastikan bahwa jaringan beroperasi dengan normal.

Setiap user jaringan di remote UAD, diharapkan paling tidak, bisa melakukan action seperti diatas. Target user di UAD adalah memastikan jaringan local LAN terhubung dengan IP Ethernet dari Modem Broadband yang merupakan Gateway jaringan UAD menuju Jaringan Server UAD Pusat dan Internet.

Jika PC user telah bisa melakukan ping test seperti diatas, dan mendapatkan hasil Reply from x.x.x.x à (Ip modem), maka bisa dipastikan jaringan LAN di UAD tersebut tidak ada masalah.

Setelah memastikan di jaringan LAN tersebut tidak bermasalah, user di UAD diarahkan untuk melakukan TEST PING IP Address Server Pusat. Cara melakukan test ping ini sama dengan melakukan test ping IP Modem di jaringan local. Perbedaannya hanya di IP ADDRESS yang akan di ping dimasukkan IP Address computer yang ada di kantor pusat, atau IP Address yang ada di internet. Selanjutnya dilakuka test aplikasi – aplikasi internet.

Kelebihan dan Kekurangan radio Nano station

Nano Station2 adalah radio wifi yang fenomenal, saat ini banyak digemari di seluruh dunia, dengan firmware Air OS-nya telah merajai penjualan access point di berbagai tempat. Hal yang disukai adalah perangkat tersebut telah terintegrasi dengan antena panel 10dBi, menjadikannya mudah dipasang dan tidak perlu repot lagi memasangkan lagi dengan antena tambahan. Apalagi Nano Station2 telah dilengkapi pula dengan POE, sehingga menjadikannya perangkat tersebut bisa dipasang di kondisi outdoor. TX Power dari Nano Station2 ini juga cukup besar yakni 400mw, bisa menjangkau jarak jauh hingga lebih dari 5 Km dalam kondisi normal tanpa perlu menggunakan antena tambahan lagi, namun ketika kita ingin mencapai jangkauan lebih jauh lagi, perangkat ini menyediakan konektor SMA Male agar bisa dihubungkan dengan antena tambahan atau antena external agar bisa menjangkau jarak lebih jauh lagi.Disamping itu ada beberapa fitur istimewa dari Nano Station2 yang jarang dimiliki oleh perangkat merk lain, yakni Align Antenna, Traceroute, Banwidth Test, Channel Spectrum Width, dan Channel Shifting. Dimana kedua fitur tearkhir dibutuhkan dalam menangani kompleksitas jaringan wifi yang sudah jenuh. Pengalaman kami juga menunjukkan bahwa radio ini juga memiliki sensitifitas yang cukup bagus yang jarang dimiliki oleh radio wifi merk lainnya, diakui cukup stabil pula. Disamping kelebihan-kelebihan yang diungkap diatas, Nano Station2 juga memiliki kekurangan, yakni ketika menggunakan antena tambahan external, dia memiliki lost dBi yang cukup besar, ada rekan yang mengukur mengatakan kehilangan bisa mencapai 6dBi. Jadi ketika menggunakan tambahan antena, dia tidak bisa jauh lebih melejit lagi jangkauannya.Kemudian hal yang perlu disayangkan lagi adalah Voltase dari adaptornya yang relatif kecil, yakni “hanya” 12 Volt, padahal Nano Station2 sudah berkehendak kuat menjadikannya sebagai perangkat outdoor, yang seyogyanya dia harus memiliki adaptor dengan tegangan yang lebih besar, misal 24 Volt agar bisa lebih stabil lagi. Kelihatannya ini adalah masalah hardware yang harus diperhatikan oleh Ubiquity selaku pabriknya.Kekurangan non hardware adalah masalah After Sales Service, dimana klaim garansi dari Vendor di Indonesia terkenal lama prosesnya, bahkan bisa mencapai berbulan-bulan. Berbagai kekurangan diatas harus menjadi Pekerjaan Rumah yang harus dibenahi antara pabrikan dan Distibutor.

Setting radio wireless nano station

Ini adalah ilmu yang saya dapat waktu saya PKL yaitu cara setting Radio Wireless Nano Station. Berikut ini adalah pengenalan tentang NANO STATION.
Nano Station merupakan salah satu produk Ubiquiti yang saat ini merupakan produk wireless paling populer di Indonesia. Nano Station memiliki kelebihan yaitu elain form factornya yang cute juga dikenal efisien dikarenakan sudah terintegrated dengan antena dual polarity 10 dBi, so ga usah beli antena tambahan. Nano Station juga punya power yang besar sekitar 26db atau 400 mw sehingga daya jelajahnya bisa kiloan meter.

Berikut ini adalah langkah untuk melakukan konfigurasi Nano Setting :

Masukkan ip default NS2 yaitu 192.168.1.20 pada address bar browser kesayangan anda. Lalu akan muncul dialog box untuk login ke NS2 seperti dibawah ini.


Setelah itu, masukkan username dan password default yang diberikan pada NS2 yaitu username: ubnt dan password: ubnt. Setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Kemudian masuklah pada tab Link Setup yang berada pada paling atas halaman. Pada Wireless Mode biasanya sudah terseting default Station oleh NS2, jadi biarkan saja. Apabila tidak terseting Station ganti dengan mengklik tanda panah kebawah pada Wireless Mode dan pilih Station. Maka tampilan yang ada akan berubah.Setelah itu kita klik button Select pada ESSID, maka akan muncul dialog box yang berisi access point lain yang terdekat dan untuk menentukan station yang sedang kita seting untuk terhubung ke salah-satu dari access point yang terdaftar pada list dialog box tersebut. Disini saya akan memilih NALE.BIZ

Kemudian pada Country Code bisa anda ganti dengan nama Negara tempat anda tinggal. Disini saya akan mengisinya dengan Indonesia, Republic of.


Setelah itu klik button Change yang ada pada halaman paling bawah. Dan akan muncul pertanyaan untuk memastikan apakah anda akan mempergunakan setingan tersebut. Kemudian klik Apply.

Kemudian akan muncul dialog box Apply seperti dibawah ini.


Setelah itu masuklah ke tab Main untuk melihat konfigurasi yang telah anda setting tadi. Seperti gambar dibawah ini.

Signal Strength menyatakan kekuatan sinyal yang diterima oleh NS2 kita terhadap NALE.BIZ
atau access point yang anda pilih tadi.

Untuk berikutnya kita akan menseting ip NS2 kita pada tab Network. Klik tab Network pada halaman atas. Network mode akan terseting otomatis pada Bridge, maka biarkan saja karena kita memang akan menseting NS2 kita dengan metode network Bridging. Kemudian pada Network Setting terdapat Bridge IP Address yang telah terseting otomatis pada Statis. Kemudian masukkan IP Address yang sekelas dengan IP Gateway yang telah anda dapatkan dari ISP (Internet Service Provider) anda. Kemudian masukkan Netmask yang sesuai kebutuhan anda. Dan masukkan IP Gateway, DNS Primary dan Secondary yang diberikan oleh ISP anda. Disini saya akan memasukkan IP Address NS2 10.10.11.241, Netmask 255.255.255.0, Gateway 10.10.11.242, DNS Primary 203.89.18.1 dan Secondary 203.89.18.2. seperti gambar 8 dibawah ini. Dan setelah itu klik button Change pada halaman bawah.


Dan akan muncul pertanyaan untuk memastikan apakah anda akan mempergunakan setingan tersebut. Kemudian klik Apply.

Kemudian akan muncul dialog box Apply seperti gambar 10 dibawah ini.


Untuk selanjutnya kita beralih pada laptop/pc anda. Gantilah ip Wireless anda pada Network Connection dan klik kanan Wireless Network Connection pilih properties, kemudian pilih Internet Protocol (TCP/IP), klik properties. Gantilah ip anda dengan ip yang sekelas dengan ip NS2 tadi. Disini saya akan mengisinya dengan ip 10.10.11.249.

Setelah anda seting ip laptop/pc anda, kemudian cabut kabel utp pada port Ethernet laptop/pc anda dan pasangkan pada port hub/switch. Kemudian cobalah anda ping ke IP NS2 dan ke IP Gateway yang tadi telah kita berikan melalui command promt laptop/pc.

Apabila telah berhasil mendapat dari replay dari masing-masing ip berarti anda telah berhasil menseting NS2 sebagai Station dengan Network mode Bridging. Dan akan terkoneksi dengan internet. Terima Kasih.

Beda Laptop dan Notebook

Apa sih beda antara laptop dan notebook? Ini adalah pertanyaan kecil yang sering dilontarkan dan membuat bingung.  Laptop atau notebook sendiri sebenarnya adalah varian dari Portable PC untuk menyebut komputer yang dapat dibawa-bawa, seperti juga varian lain, pocket PC.

Laptop sendiri gabungan dari dua kata, Lap yang berarti pangkuan dan Top yang artinya diatas. Jadi saat pertama dibuat laptop memang ditujukan untuk penggunaan bergerak dan dapat dipangku. Berlawan dengan istilah desktop untuk penamaan PC yang selalu digunakan diatas meja.

Secara teknis saat ini Laptop dan notebook tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Tapi menurut Amit Agarwal, laptop adalah komputer portabel yang ‘pas’ saat ditaruh diatas pangkuan.  Sementara Notebook adalah komputer jinjing yang secara keseluruhan lebih langsing dari laptop. Sementara yang lain berpendapat terdapat perbedaan yang cukup besar antara keduanya.

Sebenarnya laptop atau notebook cuma sebuah penyebutan istilah belaka.  Di Amerika istilah laptop lebih dikenal dari notebook.  Juga penyebutan laptop lebih familiar ditelinga orang Indonesia, contohnya “Kembali ke Laptop” atau “Laptop si Unyil” :) .

Hanya saja seiring dengan waktu istilah laptop memang dirasa kurang pas karena saat ini penggunaannya lebih banyak diatas meja. Istilah notebook yang berarti buku yang dapat dilipat dirasa lebih ‘gagah’ dan lebih kena untuk dipopulerkan.  Apalagi dengan munculnya beberapa kasus meledaknya notebook akibat cacat baterai atau  suhu panas berlebih,  sebuah resiko yang sulit dibayangkan jika laptop dipangku,  membuat penggunaan istilah laptop jadi kurang sreg.

Meski demikian masih ada beberapa produsen besar pembuat produk ini tetap menggunakan istilah laptop.  Toshiba di dalam situs resminya menyebut seluruh tipe produksi  PC Portable dengan kata Laptop, silahkan lihat disini. Sementara Acer menamakannya dengan Notebook, cek disini, demikian juga dengan Fujitsu yang mengelompokkan produk Lifebook-nya dengan Notebook. Setali tiga uang juga ditunjukkan Lenovo, produsen terbesar ke-4 asal China. Sementara Dell, perusahaan asal Texas, dengan lugas mengatakan sama aja tuh laptop maupun notebook.

Perbedaan besar itu menurut saya adalah, dengan dana yang luar biasa untuk membeli laptop, kita cuma dapat setengahnya yang didapat dari komputer desktop.  Atau dengan kata lain jika tidak benar-benar butuh dan mobile, PC Desktop jauh lebih powerfull sebagai dipilihan. CMIIW.

Mikrotik Hotspot

Misal 125.126.127.128 IP Publik dari ISP dan lokal 192.168.1.0/24
=> ether1 ke ISP
=> ether2 ke lokal

#Setting IP
[malih@Mikrotik]>ip address add address=125.126.127.128/27 interface=ether1
[malih@Mikrotik]>ip address add address=192.168.1.0/24 interface=ether2

#Setting Gateway (menuju ISP)
[malih@Mikrotik]>ip route add gateway=20.30.40.50

#setting DNS
[malih@Mikrotik]>ip dns set primary-dns=20.30.40.50 allow-remote-requests=yes
[malih@Mikrotik]>ip dns set secondary-dns=21.31.41.51 allow-remote-requests=yes

#NAT (untuk forward lokal ke public)
[malih@Mikrotik]>ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

# Setting DHCP
[malih@Mikrotik]>ip dhcp-server network add address=192.168.1.0/24 gateway=192.168.1.1 dns-server=20.30.40.50,21.31.41.51

#Distribusikan DHCP
[malih@Mikrotik]>ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.1.100-192.168.1.254

#Tambahkan DHCP server
[malih@Mikrotik]>ip dhcp-server add name=zamrud disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool

#Set Hotspot
[malih@Mikrotik] > ip hotspot setup
hotspot interface: ether2
local address of network: 192.168.1.1/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.168.1.100-192.168.1.254
select certificate: none
ip address of smtp server: 0.0.0.0
dns servers: 20.30.40.50,21.31.41.51

#Dengan Winbox
IP| hotspot
kemudian pada tabulasi servers click setup

hotspot interface: ether2
local address of network: 192.168.1.1/24
masquerade network: yes
address pool of network: 192.168.1.100-192.168.1.254
select certificate: none
ip address of smtp server: 0.0.0.0
dns servers: 20.30.40.50,21.31.41.51

#Create user
click tabulasi users trus click tanda plus…. kemudian isikan sesuai akses yg akan diberikan ke user
hotspot profile akan terbentuk secara default pada saat create hotspot server,edit sesuai kebutuhan

#Edit Login Hotspot
Masuk FTP Hotspot Server dan ubah sesuai keperluan file HTML di folder hotspot

Jaringan GPRS

GPRS (General Packet Radio Services) adalah suatu teknologi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data lebih cepat jika dibandingkan dengan penggunaan teknologi Circuit Switch Data atau CSD.

Sistem GPRS dapat digunakan untuk transfer data (dalam bentuk paket data) yang berkaitan dengan e-mail, data gambar (MMS), dan penelusuran (browsing) Internet. Layanan GPRS dipasang pada jenis ponsel tipe GSM dan IS-136, walaupun jaringaan GPRS saat ini terpisah dari GSM. Dalam teorinya GPRS menjanjikan kecepatan mulai dari 56 kbps sampai 115 kbps, sehingga memungkinkan akses internet, pengiriman data multimedia ke komputer, notebook dan handheld computer. Namun, dalam implementasinya, hal tersebut sangat tergantung faktor-faktor sebagai berikut:

  • Konfigurasi dan alokasi time slot pada level BTS.
  • Software yang dipergunakan.
  • Dukungan fitur dan aplikasi ponsel yang digunakan. Ini menjelaskan mengapa pada saat-saat tertentu dan di lokasi tertentu akses GPRS terasa lambat, bahkan lebih lambat dari akses CSD yang memiliki kecepatan 9,6 kbps.

Komponen-komponen utama jaringan GPRS adalah :

  1. GGSN (Gateway GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan GPRS ke jaringan internet. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai interface ke PDN (Public Data Network), information routing, network screening, user screening, address mapping.
  2. SGSN (Serving GPRS Support Node): gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS. Komponen ini berfungsi untuk mengantarkan paket data ke MS, update pelanggan ke HLR, registrasi pelanggan baru.
  3. PCU : komponen di level BSS yang menghubungkan terminal ke jaringan GPRS

GPRS menggunakan sistem komunikasi packet switch sebagai cara untuk mentransmisikan datanya. Packet switch adalah sebuah sistem di mana data yang akan ditransmisikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil (paket) lalu ditransmisikan dan diubah kembali menjadi data semula. Sistem ini dapat mentransmisikan ribuan bahkan jutaan paket per detik. Transmisi dilakukan melalui PLMN (Public Land Mobile Network) dengan menggunakan IP backbone. Karena memungkinkan untuk pemakaian kanal transmisi secara bersamaan oleh pengguna lain maka biaya akses GPRS, secara teori, lebih murah daripada biaya akses CSD. (/roy)

Menginstall Linux di Windows dengan VMware

Beberapa minggu terakhir ini, disekolah saya, khususnya kelas TKJ sedang giat-giatnya mempelajari sebuah software yang dinamakan VMware. Sebenarnya saya juga masih belum memahami betul tetang cara kerja software ini secara keseluruhan. :D Tapi disini saya akan mencoba mengulas sedikit tentang cara kerja dan fungsi software ini.

VMware merupakan sebuah software virtualisasi yang memungkinkan penggunanya untuk menjalankan dua buah OS secara bersamaan didalam sebuah PC. Jadi kita seakan mempunyai dua buah PC. :D

Software ini sangat bermanfaat terutama bagi anda yang sedang belajar Jaringan Komputer ataupun bagi yang ingin mempelajari bermacam-macam OS di PC tanpa perlu mengkhawatirkan tentang partisi di Harddisk.

Dengan bantuan software ini, kita dapat menjalankan/menginstall sebuah OS didalam sebuah OS, mengerti gak? :D Contohnya begini dengan bantuan software ini kita bisa menjalankan OS Linux di OS Windows dan sebaliknya kita juga bisa menjalankan OS Windows di OS Linux. Jadi kita bisa menjalankan dan mencoba bermacam-macam OS tanpa harus mengistall-nya di Harddisk, lebih simpel kan?

Langkah-langkah untuk menjalankan VMware adalah sebagai berikut, saya mengambil contoh Menginstall Linux di Windows.

1. Install VMware dikomputer, jika belum mempunyai silahkan download dulu di disini.

Screen Shotnya Kira-kira Seperti di Bawah ini :

VMware1

VMware1

2. Download virtual komputer instan di http://bagside.com/bagvapp/index.html dan pilihlah distro Linux yang anda inginkan, semuanya gratis. Ukuran filenya biasanya diatas 100 mb, jadi kalau mendownlad, pastikan koneksi internet harus cepat. Karena kalau koneksinya lelet bisa sampai berjam-jam. Kemarin saja saya mencoba mendownload Ubuntu 8.04 yang ukuranya 120 mb dengan kecepatan payah rata-rata 20 kbps menghabiskan waktu sampai 2 jam lebih. :D

3. Setelah berhasil mendownload file VC (Virtual Computer) nya, ekstraklah ke Harddisk, karena biasanya filenya dipack dengan 7z jadi enkstraklah dengan menggunakan 7z bukan zip atau rar. Kalau belum punya download di http://www.7-zip.org/

5. Jalankan VMware, lalu jalankan file berekstensi *.vmx yang berada pada folder yang barusan diekstrak.

6. Atau jika anda mempunyai file Distro Linux yang berekstensi *.iso, bisa juga dijalankan dengan bantuan VMware ini.

6. Selanjutnya anda tinggal menikmati OS Linux yang berjalan di OS Windows anda.

Linux di Windows

Sumber: isparmo.web.id

Nah.. diatas hanya tutorial singkatnya saja, untuk tutorial lebih lengkapnya silahkan download didalam bentuk ebook dibawah ini.
Cara MenggunakanVMware.pdf

semoga anda bisa melakukannya dengan mudah !!!